CANDI KIDAL: AWAL MULA KERAJAAN SINGOSARI

Sewaktu liputan ke Malang, Jawa Timur, selain candi Jago, saya juga menyempatkan diri untuk mengunjungi tempat wisat candi di Malang lainnnya yang berada di wilayah Tumpang yaitu candi Kidal. Sama seperti candi Jago, plang nama Candi Kidal ini juga tidak sengaja saya lihat sewaktu akan mendaki ke gunung Semeru. Kebetulan plang namanya ada di dekat pertigaan setelah pasar Tumpang.

Dari candi Jago, candi Kidal berjarak sekitar 7 km. Sepertinya sih dari pasar Tumpang tidak ada angkutan umum ke candi ini, tapi kalian bisa naik ojek dengan bayaran sekitar Rp. 15.000 (kalau tidak salah bisa ditawar deh). 

Sebenarnya candi ini terletak persis di pinggiran jalan (sebelah kiri jalan). Sayangnya plang namanya tidak terlihat mencolok, bercampur dengan papan nama tukang jualan makanan di pinggir jalan. Itu sebabnya salah satu tempat wisata di Malng ini tidak terlalu dikenal orang. Jadi bila hendak kesini sebaiknya perhatikan baik-baik tiap plang nama di pinggir jalan. Jangan sampai papan nama "CANDI KIDAL" terlewat oleh kalian.

Masuk ke areal candi ini sebenarnya gratis. Tapi ada baiknya kalian memberikan sedikit rezeki seikhlasnya buat kuncennya. Anggap saja sebagai balas jasa karena beliau sudah  mau menjaga salah satu warisan bersejarah ini. 

Asal nama candi Kidal mungkin karena daerah tempat candi ini berada di Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, Malang, Jawa Timur. 
Candi ini terletak sejauh 20 kilometer di sebelah timur kota Malang. Kabarnya, candi ini merupakan candi pemujaan paling tua di Jawa Timur karena dibangun pada tahun 1248 Masehi.

Konon candi ini dibangun sebagai bentuk penghormatan atas meninggalnya raja Anusapati, raja kedua Singosari yang memerintah kerajaan Singosari selama 20 tahun (1227 - 1248).
tempat wisata di Jawa Timur

Bangunannya bisa dibilang terlihat utuh, padahal baru satu kali dipugar yaitu pada  tahun 1992. Cuma menurut kuncennya, beberapa arca sudah tidak ada, dibawa oleh Belanda ke negaranya. "Mungkin kalo zaman dahulu candi bisa diangkut, candi ini mungkin bakalan diangkut ke Belanda juga kali," kata kuncennya (maaf saya lupa namanya euy).

Huah.. Pantesan benda-benda bersejarah kita banyak yang berada di negara asing ya. 

Cerita kuncen candi kidal ini, candi ini merupakan perwujudan dari raja Singosari, raja Anusapati, sedangkan candi Singosari  sendiri merupakan cucunya. Jadi candi ini usianya lebih tua dari candi Singosari yang terkenal itu lho. *Kagum*. Lingkungan candi ini juga bersih dan rapi banget. 

Sayangnya, di sekitar kawasan candi ini banyak peternakan ayam. Alhasil.. Bau kotoran ayam yang semerbak tercium di udara. Kata kuncennya bau kandang ayam juga dikeluhkan oleh para pengunjung. Namun karena mayoritas perekonomian di desa ini ditopang oleh peternakan ayam, jadinya beliau tidak bisa berbuat banyak lagi.

Namun meski demikian, salah satu wisata candi di Jawa Timur ini tetap layak untuk dikunjungi dan dipelajari sejarahnya. Mudah-mudahan pemerintah daerah setempat bisa semakin gencar memperkenalkan salah satu candi di Malang ini kepada wisatawan domestik maupun internasional.

Ternyata masih banyak peninggalan sejarah candi di Jawa Timur yang belum saya ketahui.  Makanya saya senang sekali bisa berkesempatan mengunjungi candi Kidal di Malang ini. Mungkin lain waktu saya bisa menggali kembali jejak sejarah kerajaan Singosari secara lengkap. Insya Allah. (EKW)

Comments

  1. Sayang bgt ya terganggu dg bau ayam.. coba dipindahin gitu kandang ayamnya..

    Salam
    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete

Post a Comment